Stmikmercusuar- Viral di media sosial, sejumlah siswa SD di Kabupaten Agam, Sumatera Barat menaiki perbukitan sambil membawa laptop. Dalam narasi di video tersebut, disebutkan para siswa tengah mengikuti ujian Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Tampak para siswa didampingi guru duduk di tepi jurang. Mereka melakukan itu untuk mendapatkan sinyal karena jaringan di sekolah error.
Di era teknologi informasi saat ini, ujian online telah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, tidak semua tempat memiliki akses internet yang stabil, terutama di daerah pedesaan dan pegunungan. Hal ini membawa tantangan tersendiri bagi siswa di daerah tersebut. Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, misalnya, siswa SD di daerah pegunungan harus menghadapi cuaca ekstrem dan berbagai hambatan untuk mengikuti ujian online. Kisah ini memperlihatkan dedikasi dan semangat siswa untuk tetap berusaha meraih pendidikan, meskipun harus naik bukit demi sinyal internet.

“Ini udah jam setengah satu, jaringan error, server sibuk. Kami pun cemas semuanya. Dan akhirnya balik lagi ke sekolah. Dan jaringan di sekolah mulai ada. Jaringan di sekolah itu bukan tower ya. Tapi jaringan di sekolah itu seperti WiFi kabel yang dipancarkan sinarnya. Seperti itulah. Di tempat sekolah kami tidak ada jaringan, tidak ada tower. Jadi untuk ujian online rasanya, gimana ya, tidak bisa diungkapkan kata-kata, seperti inilah kami mencari sinyal. Salam guru hebat dimana pun berada. Namun susah cari sinyal sama guru-guru lain, tapi kami berusaha semaksimal mungkin ujian ANBK berjalan dengan lancar,” lanjut perekam video.
Kepala Dinas Pendidikan Agam, Isra, menjawab video tersebut. Menurutnya, para guru dan siswa SD tersebut tengah uji coba atau gladi pelaksanaan ANBK yang akan digelar akhir bulan ini. Namun saat uji coba, listrik di sekolah tiba-tiba mati.
“Tiba-tiba listrik mati, sehingga jaringan internet hilang, karena sekolah menggunakan Iconnet PLN. Jika listrik putus, otomatis internet terputus. Dari itulah sekolah mencoba cari sinyal keluar sekolah untuk mencari sinyal Telkomsel,” jelas Isra dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (12/10/2023).
Ia menyebut, video tersebut merupakan guru dan siswa SD Negeri 28 Parit Panjang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Isra mengklaim di sekolah itu jaringan internet dan sarana sangat memadai.
Kisah siswa SD di Agam yang naik bukit demi sinyal internet untuk ujian online adalah cerminan dari semangat dan tekad yang kuat dalam menghadapi tantangan pendidikan. Ini juga mengingatkan kita akan pentingnya memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, terlepas dari lokasi geografis mereka. Semoga cerita ini menginspirasi kita semua untuk mendukung pendidikan dan membantu menciptakan akses yang lebih merata bagi semua siswa di Indonesia, tanpa terkecuali.
