Stmikmercusuar-MEMASUKI bulan suci Ramadhan kebiasaan tidur yang dijalani oleh setiap orang mungkin akan mengalami perubahan. Masyarakat akan bangun di sepertiga malam, untuk menjalani kegiatan sahur.
Tak heran jika mereka kerap merasakan kantuk saat menjalani aktivitas sehari-hari. Biasanya seseorang akan memilih tidur sebagai solusinya. Namun, apakah kebiasaan tidur di bulan puasa baik untuk kesehatan?
Dokter sekaligus Healthy Educator, dr Nadia Alaydrus menjelaskan pada salah satu penelitian berjudul ‘National Sleep Foundation’s Sleep Time Duration Recommendations: Methodology and Result Summary’ tidur terlalu lama bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Risiko yang pertama yaitu akan meningkatkan sakit jantung. Karena meningkatnya inflamasi dan pembuluh darah membuat timbulnya aterosklerosis, sehingga resiko terkena sakit jantung menjadi lebih besar.
Selain itu, risiko diabetes juga ikut meningkat sebanyak 14 Persen per satu jamnya apabila seseorang melakukan tidur terlalu lama atau melebihi tujuh jam per harinya. Hal ini bisa semakin diperburuk dengan fungsi kognitif yang menurun sehingga seseorang bisa lama untuk berpikir.
“Kemudian juga bisa meningkatkan risiko obesitas dan yang terakhir juga bisa menurunkan fungsi kognitif. Jadi ya kalau tidur itu lebih dari sembilan jam per hari bisa menurunkan fungsi kognitif alias kita jadi lebih lemot,” ucap dr Nadia.
Oleh karena itu, dr Nadia menyarankan kalau seseorang ingin tidur sebaiknya tidak dilakukan setelah sahur, tetapi saat siang hari dan cukup dengan menjalani 20-30 menit saja.
