STMIK Mercusuar –
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi momok kesehatan global, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah. Di tengah upaya pemberantasan penyakit ini, harapan baru muncul melalui pengembangan vaksin M72/AS01E. Vaksin ini menarik perhatian dunia, salah satunya karena dukungan finansial dan keterlibatan aktif dari Bill & Melinda Gates Foundation. Lantas, apa sebenarnya vaksin TBC M72 ini dan bagaimana peran Bill Gates di dalamnya?
Mengenal Lebih Dekat Vaksin TBC M72
Vaksin M72/AS01E merupakan kandidat vaksin subunit yang dikembangkan untuk mencegah TBC pada remaja dan orang dewasa yang telah terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.tb) namun belum menunjukkan gejala aktif (infeksi TBC laten). Vaksin ini terdiri dari dua komponen utama:
- Antigen M72: Sebuah protein fusi rekombinan yang berasal dari dua antigen M. tuberculosis (MTB32A dan MTB39A). Protein ini dirancang untuk memicu respons imun terhadap bakteri TBC.
- Adjuvant AS01E: Sebuah formula adjuvan (peningkat respons imun) yang merupakan hak milik GlaxoSmithKline (GSK). Adjuvan ini juga digunakan dalam vaksin Shingrix (herpes zoster) dan vaksin malaria RTS,S/AS01E.
Pengembangan awal vaksin ini dilakukan oleh GSK bekerja sama dengan organisasi nirlaba AERAS, yang mendapatkan pendanaan dari berbagai pihak termasuk Bill & Melinda Gates Foundation. Hasil uji klinis Fase 2b menunjukkan efikasi sekitar 50% dalam mencegah perkembangan TBC aktif pada orang dengan infeksi laten.
Peran Bill Gates dan Gates MRI
Melihat potensi vaksin M72, Bill & Melinda Gates Medical Research Institute (Gates MRI), sebuah organisasi nirlaba yang didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation, mengambil langkah signifikan untuk mendorong pengembangannya lebih lanjut. Pada tahun 2020, Gates MRI melisensikan kandidat vaksin ini dari GSK. Langkah ini krusial karena GSK sendiri tampaknya tidak terlalu tertarik untuk melanjutkan pengembangan vaksin TBC hingga tahap akhir komersialisasi, mengingat pasar utamanya adalah negara-negara berpenghasilan rendah.
Melalui Gates MRI, pendanaan besar dialokasikan untuk uji klinis Fase 3 yang saat ini sedang berlangsung di beberapa negara dengan beban TBC tinggi, termasuk Indonesia, Afrika Selatan, Kenya, Zambia, dan Malawi. Uji coba Fase 3 ini bertujuan untuk mengevaluasi lebih lanjut keamanan dan efikasi vaksin dalam skala yang lebih besar, melibatkan sekitar 20.000 partisipan dengan dan tanpa infeksi HIV.
Bill Gates sendiri secara aktif menyuarakan pentingnya pengembangan vaksin TBC. Dalam kunjungannya ke Indonesia baru-baru ini, beliau menekankan peran strategis Indonesia dalam uji coba vaksin ini dan potensi manfaatnya bagi komunitas global. Gates Foundation juga berkomitmen untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin ini jika terbukti berhasil.
Harapan untuk Pemberantasan TBC
Jika uji klinis Fase 3 berhasil, M72/AS01E berpotensi menjadi vaksin TBC baru pertama dalam lebih dari satu abad setelah vaksin BCG. Vaksin BCG yang saat ini digunakan efektif untuk mencegah TBC berat pada anak-anak, namun efektivitasnya terbatas pada orang dewasa dan dalam mencegah infeksi laten berkembang menjadi penyakit aktif.
Keberhasilan vaksin M72 dapat menjadi terobosan besar dalam upaya global untuk mengakhiri epidemi TBC pada tahun 2030, sesuai dengan target WHO End TB Strategy. Vaksin ini diharapkan dapat melindungi jutaan orang dari penyakit yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di dunia.
Meskipun masih dalam tahap uji klinis, keterlibatan Bill Gates dan Gates MRI memberikan dorongan besar bagi pengembangan vaksin TBC M72. Dukungan finansial, keahlian riset, dan komitmen untuk akses global menjadikan vaksin ini sebagai harapan nyata dalam perang melawan tuberkulosis. Dunia menantikan hasil uji klinis Fase 3 dengan harapan bahwa M72 akan menjadi senjata ampuh untuk melindungi generasi mendatang dari penyakit mematikan ini.
